Kamis, 24 Januari 2013

YPTO KARYASARI



1. komoditas Perusahaan Tempat PI
Yayasan Pengembangan Tanaman Obat ( YPTO ) KARYASARI merupakan suatu yayasan yang bergerak dalam pengembangan tanaman obat di Indonesia. Karyasari mengembangkan :
Tanaman Obat
Tanaman obat tersebut di budidayakan dengan cara vegetativ dan generativ. Tanaman tersebut juga dijual dari hasil perbanyakan dan ditanaman di dalam polybag. Tanamn yang dijual dapat berupa bibit hasil stek ataupun pengumpulan tanaman yang biasa tumbuh liar. Contoh tanaman yang didudidayakan :
1.      Daun Dewa (Gynura segetum (Lour) Merr.)
2.      Ginje (Thevetia peruviana)
3.      Lenglengan (Leucas lavandufolia S.)
4.      Mindi Kecil (Melia azedarach L.)
5.      Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban.)
6.      Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm) f. Ness.)
7.      Sambung Nyawa (Gynura procumbens Back.)
8.      Takokak (Solanum torvum)
9.      Tempuyung (Sonchus arvensis L.)
10.  Beluntas (Pluchea indica L.)
11.  Bengle (Zingiber purpureum Roxb.)
12.  Bidara upas (Merremia mammosa (Lour.) Hall. f)
13.  Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.)
14.  Ceguk / Bidani (Quisqualis indica L.)
15.  Cincau rambat (Cyclea barbata)
16.  Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff.)
17.  Gendola (Basella rubra Linn.)
18.  Iler / Miana (Coleus artopurpureus Benth.)
19.  Daun Jinten (Coleus amboinicus Lour.)
20.  Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
21.  Kesumba keling (Bixa orellana L.)
22.  Krokot (Portulaca oleracea L.)
23.  Pepaya (Carica papaya L.)
24.  Puring (Codiaeum variegatum (L.) Bl.)
25.  Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa (L.) Lamk.)
26.  Sosor bebek (Kalanchoe pinnata Pers.)
27.  Tampal besi (Phylanthus reticulatus Poir.)
28.  Tapak liman (Elephantophus scaber L.)
29.  Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), dan masih banyak tanaman lainnya.
Selain tanaman Karyasari juga mengembangkan :
AGROWISATA & WISATA INDUSTRI KECIL TANAMAN OBAT
AGROWISATA
Wisata tanaman obat di Kebun Tanaman Obat Karyasari yang terletak di desa Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Bogor.  Merupakan daerah perbukitan dengan cuaca dingin di kaki Gunung Sanggabuana.  Terletak 30 Km sebelah barat Bogor dan dapat dicapai dalam 2 – 2,5 jam dari Jakarta.
Wisata sehari ini mencakup :
 · Rekreasi Edukatif
Rekreasi edukatif untuk mengenal dan mempelajari tanaman obat yang tumbuh secara alami.  Pengunjung dapat mempelajari 550 jenis tanaman obat dalam kebun bibit dengan lingkungan kebun dan kebun koleksi dengan lingkungan hutan.
 · Seminar Kebun
Topik : KEMBALI KE ALAM, KEMBALI KE TANAMAN OBAT
Membahas beberapa topik utama tentang tanaman obat yaitu :
  1. Tanaman obat ; definisi, sejarah dan keadaan saat ini.
  2. Konsep dasar tentang  ‘kembali ke tanaman obat’.
  3. Tanaman obat sebagai obat alternatif.
  4. Bagaimana menggunakan 20 tanaman obat terpenting.
Selanjutnya diikuti dengan presentasi pengolahan 20 tanaman obat terpenting.
Dengan paket wisata terdiri :
Transportasi Jakarta ke kebun dan kembali ke Jakarta
Seminar kebun dengan buku panduan dan seminar kit
Makan siang ala Sunda dan 2 kali snack
Jalan-jalan keliling kebun dengan pemandu
KLINIK HERBAL  & BALAI PENGOBATAN HERBAL
MENGGUNAKAN WARISAN LELUHUR UNTUK PENGOBATAN DAN PEMELIHARAAN KESEHATAN
Hasil penelitian survei telah menghasilkan kesimpulan-kesimpulan tentang banyak efek farmakologi tanaman obat. Tanaman yang digunakan oleh masyarakat tradisional diidentifikasi secara ilmiah dan penggunaannya dicatat dan ditelaah secara cermat, kemudian dihasilkan kesimpulan-kesimpulan.
Berdasarkan kesimpulan survei tersebut lalu secara bertahap dan terus-menerus dilakukan analisa laboratorium dan penelitian percobaan. Sebagian besar dari penelitian percobaan itu dilakukan pada hewan coba sebagai uji pra klinik, tetapi beberapa ada juga pada manusia sebagai uji klinis. Seperti yang diduga sebelumnya, sebagian besar hasil penelitian ternyata membenarkan sifat penyembuhan yang sudah diakui dalam pengobatan tradisional.
Menyadari bahwa efek farmakologi dari tanaman obat Indonesia yang begitu nyata dan begitu efektif, Kebun Tanaman Obat Karyasari mengembangkan Klinik Herbal KARYASARI yang dilayani oleh dokter sebagai herbalis dan Balai Pengobatan Herbal KARYASARI yang dilayani pengobat herbal profesional.
Klinik-klinik Herbal dan Balai-balai Pengobatan Herbal ini telah secara berhasil melayani kebutuhan pasien untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Tiga Klinik Herbal KARYASARI dan satu Balai Pengobatan Herbal KARYASARI yang telah dibuka pada April 2001 di Jakarta telah berkembang menjadi 16 klinik herbal dan 48 balai pengobatan herbal pada Juli 2006. Disamping itu pada periode yang sama banyak klinik herbal dan balai pengobatan herbal lain yang dibuka oleh lembaga lain dengan pengobat alumni KARYASARI.
Ribuan tanaman telah secara tradisional digunakan sebagai tanaman obat, tetapi hanya sekitar 500 spesies yang diidentifikasi dan biasa digunakan. Dari 500 spesies yang diidentifikasi hanya 100 spesies yang sering digunakan dan 50 tanaman sangat penting dan sangat sering dgunakan. Kebun tanaman obat KARYASARI ( yang sekarang kami perkenalkan sebagai Pusat Pengembangan Tanaman Obat Indonesia KARYASARI ) menggunakan 50 tanaman obat terpenting dalam bentuk 40 kapsul ekstrak. Sebagian besar dari kapsul ini merupakan kapsul tunggal dan hanya beberapa merupakan campuran beberapa tanaman. Beberapa tanaman ( sekitar 80 tanaman ) disediakan dalam bentuk simplisia. Simplisia ini perlu direbus dulu dan airnya sesudah dingin diminum. Biasanya dibutuhkan oleh pasien dengan penyakit yang kurang biasa atau memiliki kondisi khusus.
PRINSIP-PRINSIP PENGOBATAN
Pertama
Penyakit pasien harus didiagnosa dengan benar. Sebagai contoh harus didefinisikan dengan jelas apakah seorang pasien terkena pneumonitis atau kanker paru. Disamping itu tingkat perkembangan penyakit dan komplikasi-komplikasi yang ada perlu diketahui.
Kedua
Komposisi tanaman obat yang digunakan dibuat berdasarkan efek farmakologi dari tanaman obatnya. Maka seorang pengobat herbal atau herbalis paham dengan benar efek farmakologi dari tanaman-tanaman obat. Pengobat profesional akan menghubungkan penyakit dan kondisi sakit seorang pasien dengan efek farmakologi dari obat herbal, sesudah itu baru diramu resep untuk pasien tersebut.
Ketiga
Fakta bahwa satu herbal punya banyak efek farmakologi dan bahwa kekuatan efek farmakologi dari herbal tersebut umumnya tidak jelas diketahui, maka untuk menetapkan resep pengobatan disamping perlu pengetahuan mengenai efek-efek farmakologi seorang pengobat memerlukan pengalaman tentang penggunaan obat herbal. Bagi pemula hal ini bisa dibantu dengan mengikuti resep yang sudah distandarisasikan oleh pengobat profesional yang berpengalaman.
Keempat
Pengetahuan tentang herbal dan efek farmakologinya dipelajari oleh para dokter herbal dan pengobat profesional melalui Kursus Pengobatan Herbal Intensif yang diselenggarakan oleh KARYASARI dan juga dipelajari dari buku-buku, hasil-hasil penelitian dan seminar-seminar.
PELATIHAN PENGOBATAN HERBAL &
SEMINAR TANAMAN OBAT
KONSEP DASAR
Dengan adanya kecenderungan kembali ke alam, minat para dokter, apoteker, pengobat tradisional (akupunturis dan refleksologis dll), hobiis, dan masyarakat umum kepada pengobatan herbal semakin besar. Sayangnya pengetahuan tentang pengobatan tradisional ini sangat terbatas, tidak teratur dan tidak terkonsep. Menyadari keadaan ini maka Pusat Pengembangan Tanaman Obat Indonesia KARYASARI mengadakan pelatihan tanaman obat dan pengobatan herbal untuk membantu para praktisi di bidang kesehatan dan siapa saja yang tertarik dengan pengobatan herbal untuk mengenal, mengerti dan menggunakan obat herbal Indonesia dan juga untuk dapat menanam tanaman obat dan mengolahnya menjadi obat herbal.
2. Penanganan quality control perusahaan tempat pi
Obat tradisional pada umumnya digunakan untuk pemeliharaan dan melindungi kesehatan serta untuk mengobati penyakit.Oleh karena itu harus diupayakan agar obat tradisional yang diproduksi bebas dari segala jenis pencemaran.
Secara umum ada 10 hal pokok yang harus diperhatikan agar menghasilkan produk yang aman,bermanfaat & bermutu,yaitu:
1.Bahan Baku
            Bahan baku ini dapat berupa simplisia, sediaan galenik, tambahan/bahan lainnya, baik yang berkhasiat atau tidak, berubah atau tidak, yang digunakan dalam pengolahan obat tradisional walaupun bahan tersebut tidak digunakan dalam ramuan produksi.
2.Personalia
            Personalia harus sehat fisik dan mental, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan sesuai dengan tugas, serta mempunyai sikap dan kesadaran yang tinggi untuk melakukan pengolahan obat tradisional.
3.Bangunan
            Bangunan disesuaikan dengan banyaknya produksi, dan ruangan (Antar ruang) harus terancang luas sesuai dengan bentuk, sifat, dan jumlah obat yang dibuat. Bangunan didirikan pada lokasi yang terhindar dari pencemaran dan tidak mencemari lingkungan.
4.Peralatan
            Peralatan terbuat dari bahan yang tidak mempengaruhi keamanan dan mutu obat tradisional dan harus mempunyai peralatan laboratorium yang sesuai dengan persyaratan pengujiab setiap produk yang dibuat.
5.Sanitasi dan Hygine
                Sanitasi dan hygine adalah segala upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Penanganan QC pada saat pembuatan obat di pabrik. QC yang dilakukan antara lain pada proses – proses sbb :

1. Mixing
Mencampur semua bahan yang ada, dan akan dijadikan obat sesuai dosis. Pada proses ini QC yang dilakukan adalah kehomogenan / kerataan bahan yang sudah dicampur.
2. Filling capsule
Pada proses ini yang harus selalu dicek adalah keseragaman bobot pada setiap kapsul yang telah diisi ekstrak / obat.
3. Polishing
Merupakan proses pembersihan kapsul yang telah diisi obat. QC yang dilakukan adalah kebersihan kapsul dari sisa-sisa filling.
4. Botling
Proses pengisian kapsul obat kedalam botol. Yang dikontrol adalah jumlah obat dalam botol harus sesuai dengan yang sudah ditentukan.
5. Labelling
Penempelan label juga sangat menentukan kualitas produk yang dihasilkan. Yang harus diperhatikan adalah kerapian dan ketepatan label sesuai obat yang ada didalamnya.
Pengawasan kualitas produk di tempat kami PI dilakukan secara berkala yaitu:
  • Sortir pertama. Dilakukan di pabrik setelah produk jadi dengan membuang produk yang rusak dan kualitasnya kurang baik, dilakukan oleh pembuat produk itu sendiri
  • Sortir kedua. Dilakukan di pabrik setelah produk di bersihkan ( dicuci ) dengan membuang produk rusak yang tidak terambil pada sortir pertama
  • Sortir ketiga. Dilakukan di pabrik setelah produk disterilkan di BPOM dan membuang produk yang rusak karena disteril
  • Sortir keempat. Dilakukan di pabrik pada saat produk di hitung dan dimasukkan ke dalam kemasan. Sortir ini merupakan sortir yang paling teliti karena produk diteliti satu persatu
  • Sortir kelima. Dilakukan di tempat penyimpanan produk sebelum produk di distribusikan ( dropping ) ke klinik – klinik karyasari
Pada umumnya produk sortiran berbentuk kapsul dan dilakukan dipabrik setelah pencetakan atau pengisian kapsul, pencucian, sterilisasi.
3. Penanganan limbah perusahaan tempat pi
Penanganan limbah di YPTO Karyasari dilakukan secara manual dan diproses sesuai dengan bahan dari limbah tersebut yang merupakan bahan alami yaitu dari tanaman itu sendiri. Limbah yang merupakan bahan organic kemudian diproses agar dapat digunakan sebagai bahan pengganti dari pupuk. Untuk bahan yang berasal dari bahan non organic seperti plastic cara penangananya adalah dibakar atau dibuang ke TPU karna tidak terdapat bahan kimia yang berbahaya dan bahan beracun yang dapat membahayakan lingkungan.
Penanganan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk/kompos dilakukan secara manual sehingga tanaman yang dipupuk akan tumbuh baik walaupun tanpa bahan kimia ataupun organic. Cara penanganannya yaitu
4. HRD dan standard Pegawai Perusahaan Tempat PI
Penerimaan karyawan ataupun staf di karyasari tidaklah terlalu bertele-tele namun disini tidak bisa menerima karyawan dengan alasan saudara ( KKN ), dan dengan persyaratan lulusan SMA/SMK sederajad. Bagi asisten diperlukan lulusan S1 dan bagi pekerja harian tidak memerlukan persyaratan pendidikan namun melihat dari kemampuan daripada orang tersebut.
Pada awalnya staf akan di training di kebun yaitu di bogor selama minimal 6 bulan namun ada pula yang langsung ditempatkan di pabrik. Setelah 6 bulan staf baru ada yang di pindah ataupun tidak semua bergantung pada kebijakan tertinggi yaitu pada pemilik Yayasan tersebut.
Staf yang sudah lama ataupun penanggung jawab kebun akan dipindah ataupun menggantikan posisi staf lain yang dipindah oleh pemimpin akan di tempatkan di tempat yang ditentukan oleh Dirut. Kebijakan Dirut tidak dapat di gantikan oleh siapapun.
Standard pegawai di tempat PI:
1. Koordinator kebun
Persyaratan management
o Pendidikan minimal SMA atau sederajat
o Lulus tes seleksi penempatan jabatan
o Minimal memiliki pengalaman kerja dibidang yang sama selama 3 tahun
Persyaratan operasional
o dapat berkoordinasi dengan seluruh bagian, Head Oprt’l & HQ.
o Dapat memverifikasi management report minimal 1minggu 1(satu) kali ditiap lokasi
o Mampu menentukan standard Kerja Lapangan & administrasi
o Dapat berkoordinasi dengan tiap Head Oprerasional untuk membuat Rencana Kerja Tahunan

2. Pengawas kebun percontohan
Persyaratan management
o Pendidikan minimal SMA atau sederajat
o Lulus seleksi tes penempatan jabatan
o Berpengalaman pada bidang yang sama minimal 1 tahun
Persyaratan operasional
o Mengetahui teknis pertumbuhan tanaman obat
o Dapat menghafal nama tan. obat yang ada,

3. Pekerja harian
Persyaratan management
o Berstatus sebagai pekerja pabrik
Persyaratan operasional
o Bertanggung jawab pada pekerjaan
o Mempunyai kinerja yang baik dan produktif

4. Admin prossesing
Persyaratan management
o Pendidikan minimal SMA atau sederajat
o Lulus tes seleksi penempatan jabatan
o Berpengalaman minimal 1 tahun pada bidang yang sama
Persyaratan operasional
o Jujur,tekun ,ulet
o Mampu berkoordinasi dengan koordinator
o Mampu membuat rekaman up (usul pembelian) dan pertanggungjawabannya

5. Manager Produksi
Persyaratan management
o Pendidikan minimal S1
o Lulus tes seleksi
o Berpengalaman minimal 2 thn pada bidang yang sama,atau dibawahnya
Persyaratan operasional
o Jujur,tekun ,ulet
o Mampu berkoordinasi dengan koordinator
o Mampu melakukan pekerjaan yang ada
5. Produk hasil olah dan sasaran pemakai local/eksport/import perusahaan tempat pi
Obat Berupa Kapsul
Komoditas penjualan yang menjadi unggulan di YPTO Karyasari adalah berupa kapsul. Bermacam- macam tanamanobat telah dikapsulkan individu setiap jenis tanaman. Selain itujuga terdapat obat yang merupakan hasil penggabungan dari beberapa tanaman seperti pelangsing, tonik, dll. Obat tersebut ada yang merupakan olahan dari tanaman tersebut yang sering disebut serbuk dan hasil dari ekstraksi (diambil sarinya) yang disebut ekstrak.
Tanaman Kering (untuk diseduh)
Tanaman yang dikeringkan dan dapat langsung diseduh (tanpa proses tertentu) dapat dibuat menjadi the herbal. Biasanya yang dipakai adalah daun.
Krim
Tanaman yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit seperti tanaman mimba dan pegagan dapat dibuat krim untuk kulit.
KLINIK HERBAL DAN BALAI PENGOBATAN HERBAL
Obat diatas akan dipasarkan melalui klinik yang merupakan cabang dari karyasari. Para dokter mulai membantu masyarakat menggunakan tanaman obat. Disamping klinik herbal yang dilayani dokter diadakan juga balai pengobatan herbal yang dilayani pengobat herbal profesional. Pelayanan pengobatan herbal ini diterima secara luas karena memenuhi kebutuhan mereka. Orang menyadari bahwa terdapat beberapa kelemahan obat modern sementara pada sisi lain terdapat kelebihan dari tanaman obat

Kelemahan obat modern atau obat kimia :

a. Efek samping.
Terdapat efek samping dari obat kimia yang bisa berupa efek samping langsung maupun tidak langsung atau terakumulasi. Hal ini terjadi karena bahan kimia bersifat anorganik dan murni sementara tubuh bersifat organik dan kompleks. Maka bahan kimia bukan bahan yang benar-benar cocok untuk tubuh.
Penggunaan bahan kimia pada tubuh dianggap sebagai sesuatu yang tidak terhindarkan dan digunakan secara terbatas yang dapat diterima dan ditoleransi oleh tubuh.
b. Sering kurang efektif untuk penyekit tertentu.
Beberpa penyakit memang belum ada obatnya, obat yang ada hanya bersifat simptomatik dan harus diminum seumur hidup. Beberapa penyakit belum diketahui penyebabnya. Banyak pasien secara rutin pergi ke dokter tanpa perbaikan yang signifikan bahkan semakin buruk keadaannya.
c. Harga yang mahal karena faktor impor.
Hampir semua obat kimia yang kita gunakan berasal dari luar. Hal ini terjadi karena untuk menghasilkan obat kita membutuhkan teknologi tinggi, biasa investasi yang tinggi dan waktu penelitian yang lama. Alasan lain dai impor obat adalah perlunya kepercayaan atas produsen obat. Sampai saat ini kepercayaan terutama ada pada beberapa negara yang dikenal produsen obat. Bahan mahal yang diipor terdiri dari obat jadi, bahan baku obat, bahan pengemas obat, teknologi, peralatan dan mesin-mesin, tenaga ahli dan tenaga terampil. Tingginya harga terjadi karena impor menggunakan mata uang asing yang berfluktuasi sesuai kurs dan juga membuat ketersediaan tidak menentu.
Kelebihan obat herbal :
a. Tidak ada efek samping jika digunakan pada dosis normal.
Hal ini terjadi karena obat herbal tersusun oleh bahan-bahan organik yang kompleks. Dengan kata lain obat herbal dapat dianggap sebagai makanan yang berarti bahan yang dikonsumsi guna memperbaiki organ atau sistem yang rusak. Kelebihan obat herbal yang digunakan tentu menyebabkan efek samping seperti halnya kelebihan makanan. Sebagai hasilnya, sebagai kuncinya, dosis yang dianjurkan untuk penggunaan herbal adalah dosis tradisional dan sedikit dikurangkan.
b. Efektif, bahkan untuk penyakit yang sulit diobati secara medis.
Berdasarkan pengalaman turun-temurun yang tertulis maupun lisan, dan kemudian dipelajari dari berbagai aspek seperti botani, kimia dan farmakologi. Pendekatan dalam penggunaan herbal ditekankan pad aspek farmakologi yang merupakan fungsi herbal tersebut dalam proses pengobatan.
c. Harga murah dan dapat ditanam sendiri.
Terutama jika kita dapat menanam sendiri dengan membuat tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi tanaman untuk pengobatan dan pemeliharaan kesehatan. Harga Akan meningkat jika obat herbal itu diperoleh dalam bentuk simplisia yang dikeringkan. Akan meningkat lagi jika dikonsumsi dalam bentuk the atau kapsul. Bahkan akan menjadi cukup tinggi jika dalam bentuk ekstrak.
d. Aplikasinya lebih sederhana.
Jika diagnosa sudah jelas maka pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan bantuan anggota keluarga yang lain. Bantuan dokter dibutuhkan untuk diagnosis yang benar berdasarkan data laboratorium. Rekomendasi terapi dapat diberikan oleh dokter yang juga herbalis, tetapi perawatannya bisa di rumah oleh anggota keluarga.
6. System pemasaran produk / jasa perusahaan tempat pi
System pemasaran produk di karyasari adalah dengan memasarkan sendiri produknya yaitu di klinik yang telah disediakan dan pengunjung datang ke  klinik tersebut yang diantaranya di cilangkap Jakarta timur, puri metropolitan di Jakarta barat, pondok cabe di depok, atau pun di kantor pusat yaitu di klamono, pondok gede. Selain di jabodetabek juga dibuka beberapa cabang yang juga merupakan klinik dari pada alumni atau pun karyawan yang telah mendapatkan izin mendirikan tempat menjual obat dari direktur utama karyasari. Penjualan lebih cenderung dilakukan di klinik-klinik tersebut namun bisa juga dikirim.
Pemasaran produk obat berbentuk kapsul dimulai dari produsen bahan baku yaitu di kebun diantaranya di bogor maupun di cabang yang lain dimana disana juga sudah terdapat pemasaran yaitu berupa tanaman dalam polybag, tanaman dipanen dan dikeringkan selanjutnya dikirim ke pabrik tepatnya di cileungsi, tanaman siap olah kemudian diproses dan dibuat kapsul dan tentunya telah mendapatkan ijin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Kapsul yang telah di packing kemudian dikirim ke kantor pusat di daerah pondok gede. Dari pondok gede, obat yang siap jual didrop oleh salah seorang staf yang ditugaskan untuk droping obat dan mengirimkan obat-obat tersebut ke semua cabang yang ada. Dari cabang inilah obat tersebut dapat diperoleh dan didapatkan sesuai dengan penyakit dan keluhan penderita.
7. Pola kerjasama, anak binaan dari perusahaan tempat pi
Kerjasama dilakukan bersama alumni pelatihan yang telah mendapat ijin dan berminat mendirikan tempat usaha. Alumni dapat mendapatkan ijin setelah dapat lulus pelatihan dan nilainya lebih dari 75. Klinik tersebut akan mendapatkan ijin dan dapat menggunakan nama karyasari dengan beberapa syarat.
Dengan menggunakan kartu atau pun bukti anggota dapat mendapat diskon sehingga harga jika obat tersebut akan dijual kembali di klinik tidak akan bertambah besar dan bisa juga sama dengan harga sebenarnya. Diskon yang diperoleh anak binaan dari karyasari yang menjadi anggota karyasari sebesar 20%, untuk skala yang lebih besar yaitu klinik sebesar 30%, dan untuk setara dengan balai dapat mencapai 40%.
Anak binaan dari karyasari merupakan alumni dari pelatihan yang diadakan sekitar 2 bulan sekali dan dari pelatihan tersebut mereka mendapat kartu anggota karyasari yang telah diregistrasi di karyasari, sehingga jika membeli obat akan mendapatkan diskon 20%.
8. Kepedulian ke lingkungan sekitar tempat pi
Kepedulian terhadap lingkungan sekitar tempat PI kami ditunjukkan dengan merekrut warga sekitar sebagai karyawan harian dan diadakannya sekolah herbal.
Recruitment karyawan harian ditujukan kepada warga sekitar kebun berada. Warga sekitar yang tidak memiliki kegiatan merupakan sasaran utama rekrutment ini agar dapat mengurangi pengangguran warga sekitar kebun. Rata-rata setiap kebun terdapat beberapa orang namun di kebun bogor terdapat lebih dari 5 orang.
Sekolah herbal merupakan program pengembangan dari pelatihan herbal. Awalnya program ini ditujukan agar warga sekitar dan masyarakat dapat lebih memahami dan mengetahui tanaman obat. Namun sekolah ini kurang diminati oleh warga sekitar bahkan anggotanya merupakan warga dari daerah lain, selain karena kurang mendapat perhatian masyarakat juga karena biaya yang tidak sedikit, sehingga warga kurang berminat dengan program ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar